Pada tahun 1990-an mulai berkembang paham baru dalam ilmu pengetahuan, terutama pengetahuan sosial. Paham ini sering disebut sebagai paham posmodernisme. Paham ini cenderung mengkritik kebenaran dalam rangka suatu konstruk sosial. Perlahan paham ini akhirnya menyentuh bidang ilmu pengetahuan.

Ilmu pengetahuan tentu saja secara anggapan umum adalah suatu ilmu yang objektif. Ilmu ini mengandalkan penelitian empiris dalam menentukan hasil-hasilnya. Belum lagi metode yang ketat dalam menentukan hasilnya, untuk menentukan apa yang benar dan bisa dipercaya dan apa yang tidak.

Sayangnya, kepastian ilmu ini diguncangkan oleh karya filsuf ilmu Kuhn. Dia membongkar kemungkinan bahwa terdapat motif-motif kecenderungan ilmuan dalam ilmu pengetahuan dan tidak merupakan hasil penelitian murni.yang selanjutnya bisa dengan mudah disalahkan atau dibenarkan.

Muncullah suatu bidang ilmu baru yang bernama “Sosiologi pengetahuan ilmiah”. Para penganut Sosiologi pengetahuan ilmiah mencoba mempelajari sains dari sudut pandang konteks sosial. Nampaknya ini membuat para ilmuan tersinggung karena penelitiannya kemudian dianggap sebagai suatu konstruksi sosial dan dengan demikian subjektif. Para ilmuan ini juga menuduh para penganut “Sosiologi Pengetahuan Ilmiah” ini sebagai tidak memahami ilmu yang mereka kritik.

Serangan dari “Pejuang Sains” yang paling terkenal adalah serangan ilmuan Alan Sokal dengan menggunakan artikel palsu. Dia memasukkan artikel palsu di sebuah jurnal Social Texts. Makalah itu berjdudul Transgressing the Boundaries: Towards a Transformative Hermeneutics of Quantum Gravity . Akhirnya tulisan Alan Sokal itu sendiri diterbitkan pada edisi musim semi/panas 1996. Beberapa saat kemudian dia langsung menyatakan bahwa tulisannya itu hanya omong kosong. Ini menyerang mereka yang  bergaya“Posmodern”, dia mengkritik ilmu sebagai tidak memahami ilmu yang mereka kritik.

Sumber Bacaan:

  • http://en.wikipedia.org/wiki/Science_wars
  • http://www.cardiff.ac.uk/socsi/contactsandpeople/harrycollins/science-wars.html