Selain asumsi yang dimiliki ilmuan, ilmu sendiri pada dasarnya memiliki dasar asumsi yang tak boleh diganggu gugat agar ilmu bisa tetap berdiri. Sepertinya banyak versi dari asumsi ilmu pengetahuan itu sendiri. Namun saya memilih beberapa versi sendiri mengenai dasar ini.

Indera bisa dipercaya. Ini adalah asumsi pertama yang saya ajukan. Seorang ilmuan sama sekali tidak bisa bekerja begitu dia tidak mempercayai inderanya. Dalam bidang filsafat, yang mana dahulunya sering menyatu dengan ilmu, indra boleh jadi tidak dipercayai. Sayangnya pendapat ini akan berakibat fatal bagi ilmu, karena jika hal ini tidak dipercayai maka segala penelitian pecuma saja, karena toh Indra kita tidak dipercaya. Walaupun demikian, saya tidak mengatakan bahwa indra tidak boleh diragukan, bahkan dalam ilmu indra mata sendiri seharusnya diragukan.

Karena itu walaupun indra kita sendiri memang bisa diragukan, maka perlu pencerapan indra orang lain untuk pembenaran. dan karena itu pula butuh pengulangan dari penelitian itu atau verifikasi, oleh orang lain. Walau indra kita sendiri bisa diragukan indra banyak orang susah diragukan.

Logika dan matematika bisa dipercaya. Coba bayangkan ilmuan yang tidak mempercayai logika dan matematika. Setidaknya mereka harus mempercayainya walau secara pragmatis.

Sifat benda tidak akan berubah dalam jangka waktu tertentu. Asumsi ini penting karena kita membutuhkan dasar bahwa benda-benda memiliki ketetapan.  Benda-benda seharusnya memiliki sifat yang sama dalam jangka waktu tertentu, dan tidak berubah tiba-tiba tanpa alasan apapun. Baik sifat  objek secara individu (karena mempengaruhi penelitian) juga sifat-sifat benda-benda pada umumnya. Jika tidak mengasumsikan ketetapan sifat dari benda-benda secara umum maka tidak mungkin ada peramalan.

Adalah sah untuk menyimpulkan sesuatu yang lebih besar dari sebuah eksperimen sebagian yang faktor-faktor pengganggu ditekan serendah mungkin. Gambaran mengapa asumsi ini harus diambil dari lelucon kuno tentang korek api. Seorang anak diperintah orangtuanya untuk membeli korek api. Demi memastikan bahwa korek api itu menyala maka menyalakan semua korek api itu hingga habis. Penelitian menyeluruh adalah tidak berguna dan tidak masuk akal, sehingga generalisasi harus dianggap sah. Ini juga dibutuhkan agar statistika sah.

Pernyataan yang tidak diterima secara umum oleh komunitas ilmiah membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Dalam ilmu pengetahuan Pernyataan harus bisa dibuktikan. Saya tidak mengatakan semua pernyataan harus dibuktikan, karena nantinya ada pernyataan-pernyataan dalam ilmu yang sama sekali tidak bisa dibuktikan. Untuk membuktikan semuanya maka ilmu bisa jatuh ke bidang filsafat.

Ada penjelasan alami dan rasional dalam sebuah fenomena. Kita harus asumsikan bahwa ada penjelasan yang tidak melibatkan objek-objek supranatural dan suprarasional. Bukan berarti ilmuan tidak boleh mempercayai objek supranatural. Hanya saja hal itu harus disingkirkan. Ilmu akan kesulitan berkembang jika semuanya dijawab dengan teori “Takdir Tuhan.”

Sumber Bacaan:

  • http://undsci.berkeley.edu/article/basic_assumptions