Terdapat dua cara penyimpulan yang terdapat dalam logika. Itu adalah deduksi dan Induksi. Sebenarnya pola berfikir ini sudah sering kita lakukan namun tidak kita sadari. Karena pola ini menggambarkan pola kerja otak kita, induksi dan deduksi sangat penting bagi penelitian dalam ilmu pengetahuan.

Deduksi adalah pola berfikir dari umum ke khusus. Pola ini sering kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. Kita melihat gambaran besar sebelum ke gambaran yang lebih spesifik. Kita misal kita memikirkan soal anjing. Anjing memiliki ciri-ciri berkaki empat, berekor dan bertaring. Maka kesimpulannya, anjing Budi seharusnya memiliki kaki empat, berekor dan bertaring.

Sebelum kita melihat anjing Budi kita punya gambaran mengenai Anjing. Andai kita menemukan anjing budi berkaki dua dan bersayap kita bisa merubah gambaran kita mengenai anjing atau mempertanyakan apakah peliharaan budi adalah anjing.

Induksi sebaliknya adalah pola pikir dari khusus ke umum. Artinya, berkebalikan dari umum ke khusus dia melihat sesuatu secara kasus-kasus sebelum menyimpulkan gambaran umum. Misalnya kita masuk ke sebuah ruang, lalu kita melihat dokter, lalu melihat tempat tidur putih dan kemudian melihat rak jendela, kita lalu menyimpulkan bahwa kita berada di rumah sakit. Contoh lainnya yang klasik adalah masalah logam. Kita meneliti mengenai logam. Lalu kita mengetes bagaimana logam logam itu bereaksi terhadap panas. Logam emas, memuai, logam perak memuai, logam besi memuai. Kesimpulannya logam memuai.

Kedua pemikiran ini tidak hanya penting bagi ilmu pengetahuan namun juga penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Pemikiran deduktif dan induktif sering kali digunakan ke sebuah penelitian walau nampaknya penelitian itu cenderung terlihat murni induktif. Pemikiran Induktif untuk melakukan generalisasi dari penelitian penelitan. Pemikiran Deduktif digunakan untuk menguji hipotesis-hipotesis.