Ilmu filsafat dan filsafat ilmu memiliki perbedaan yang lumayan tajam meskipun keduanya terdiri atas dua kata yang sama dan perbedaannya hanya kata-kata tersebut saling berbalik, tetapi tentu keduanya juga berhubungan.

Perlu diingat bahwa filsafat memilah-milah sesuatu dari yang paling dasar dan juga bisa dari yang paling umum atau luas. Oleh karena itu, bahkan kata per kata harus dicermati dengan baik.

Filsafat ilmu artinya suatu penyelidikan terhadap objek yang bernama ilmu. Namun, ilmu apa yang diselidiki oleh filsafat? Ilmu apapun dapat diselidiki oleh filsafat karena filsafat bersifat tidak terbatas selama otak dapat memikirkannya. Dengan demikian, kita harus terlebih dahulu mengetahui apa itu ilmu?

Ilmu

Ada ilmu nujum, ilmu fisika, ilmu sosial, ilmu matematika, dan lain-lain. Ilmu nujum pun kalau mau dijadikan objek filsafat sebenarnya bisa, tetapi di sini tidak akan dibahas itu. Ilmu yang dibahas di sini adalah sesuatu yang dipercaya sebagai logika dan biasa dipakai sebagai landasan berpikir bagi orang banyak.

Ilmu fisika misalnya, kita tahu ada hukum gravitasi universal yang ditemukan oleh Newton. Kita bisa merasakan dan membenarkan bahwa gravitasi itu ada karena ketika kita jatuh kita mendekati tanah, bukan mendekati langit. Kalau gravitasi tidak ada maka kita akan melayang.

Filsafat Ilmu

Di manakah letak filsafat ilmu? Pertanyakan lagi bagaimana gravitasi bisa ada dan apakah gravitasi itu adalah sesuatu yang exist sebagaimana atom hidrogen (H) sebagai atom yang sendiri. Kita tahu hidrogen disimbolkan H, tidak seperti air yang disimbolkan dengan H2O oleh karenanya di sini disebut atom yang sendiri. Pertanyaannya apakah gravitasi itu demikian? Apakah memang gravitasi yang bisa membuat kita jatuh ke tanah?

Tidak usah jauh-jauh, apakah hidrogen (H) itu benar-benar sebagai atom yang sendiri? Atau sebenarnya disusun oleh unsur lain? Bodohkah mempertanyakan hal ini? Tidak, karena zaman dahulu air juga diidentifikasi sebagai unsur sendiri dan nyatanya sekarang manusia mengenal air tersusun dan disimbolkan dengan H2O.

Memperhatikan paparan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kerja penyelidikan terhadap ilmu yang sedemikian rupa itu merupakan aktivitas filsafat ilmu. Berbagai pertanyaan mendasar atau pertanyaan yang menurut orang adalah pertanyaan bodoh boleh diajukan dalam filsafat ilmu. Jadi, jangan ragu untuk berpikir dan selamat berpetualang dalam pikiran!