Analitik dan sintetik merupakan suatu istilah untuk membedakan sebuah perkataan. Perkataan yang diketahui secara otomatis hanya dengan mengetahui makna dari istilah itu. Misalnya “dokter orang yang mengobati pasien.” disebut sebagai pernyataan Analitik. Sedang pernyataan yang membutuhkan pengetahuan dari luar selain pengetahuan makna dari kata itu sendiri dikatakan sebagai Pernyataan Sintetik. Dimulai dari filsuf Frege dia ingin memasukkan pengetahuan matematik dan pengetahuan apriori lainnya sebagai suatu pernyataan analitis.

Beberapa contoh pernyataan Analitik adalah :

  1. 1+1=2
  2. Pria lajang belum menikah
  3. Gunung tertinggi lebih tinggi dari gunung-gunung lainnya.

Beberapa contoh dari pernyataan Sintetik adalah :

  1. Langit itu biru.
  2. Budi adalah pria yang menyebalkan
  3. Anjing itu galak
  4. Jerapah memiliki empat kaki

Jadi dalam kasus sintetik kita harus mengetahui dunia luar agar mengetahui pengetahuan itu. Sebaliknya dalam pemikiran Sintetik hal itu tidak diperlukan. Jika kita memahami kata yang digunakan dalam pernyataan analitis maka kita bisa menentukan benar atau tidaknya.

Filsuf WVO Quine mengkritik mengenai konsepsi ini. Menurut Quine pembagian macam ini sebenarnya tidak ada. Argumennya bersalah dari kepercayaan yang holisme mengenai kepercayaan. Menurut Holisme seluruh kepercayaan kita saling terkait seperti jaring.

Secara tradisional kepercayaan mengenai logika dan matematika sudah ada dan tidak bisa berubah. Tidak ada pengamatan yang bisa menggantikan kepercayaan mengenai hal-hal ini. Kepercayaan itu sudah tidak bisa diubah lagi. Quine tidak berpendapat demikian. Menurutnya kepercayaan itu masih bisa berubah. Syaratnya kita juga harus mengalami perbuahan drastis di banyak tempat di dalam jaring-jaring kepercayaan kita. Jika itu berubah maka posisi kepercayaan dalam hal matematika dan logika tidak lagi tetap.

Sumber Bacaan:

  • http://plato.stanford.edu/entries/analytic-synthetic/
  • http://everything2.com/title/analytic%252Fsynthetic+distinction