Postivisme logis adalah suatu faham filsafat ilmu pengetahuan yang dimulai oleh Lingkaran Wina. Mereka menggabungkan beberapa aspek dari positivisne August Comte dan Ernest Mach dengan berapa aspek filsafat analitis. Terutama mereka terpengaruh oleh filsafat bahasa Wittgenstein. Lingkaran Wina merupakan sekumpulan ilmuan yang membahas mengenai ilmu pengetahuan. Postivisme logis berkembang di Lingkaran Wina, namun sedikitnya juga berkembang di Lingkaran Berlin.  Positivisme Logis dipopulerkan di inggris oleh A.J. Ayers.

Memang sejak beberapa waktu yang lalu filsafat dan metafisika sudah sering dianggap sebagai bukan sesuatu yang ilmiah. Namun tetap saja susah untuk membedakan antara bidang ilmu dengan bidang-bidang yang lain (lihat problema batas-batas). Positivisme logis mencoba membedakan antara ilmu dan bidang-bidang yang lain. Mereka menyatakan bahwa pernyataan selain pernyataan ilmu pengetahuan itu bukan hanya salah, namun tidak ada maknanya. Ini membawa kepada sebuah Scientisme.

Bagi seorang Positivis Logis sebuah pernyataan baru bermakna, ketika dia mematuhi prasyarat. Prasyarat itu adalah verifiable. Dengan kata lain sebuah pernyataan baru memiliki arti jika dia bisa diverifikasi (dibuktikan secara empiris) atau diturunkan dari preposisi yang bisa diverifikasi. Pernyataan yang tidak bisa diferivikasi tidak bermakna secara pengetahuan (walaupun bisa berarti itu memiliki makna emotif). Dengan kata lain pernyataan-pernyataan dalam metafisika dan agama tidak memiliki makna secara ilmu pengetahuan. Kalaupun bermakna hanya makna berdasar emosi.

Contoh sederhana dari prinsip verifikasi misalnya. Sebuah pernyataan “Di luar sedang hujan”, adalah pernyataan yang bermakna karena orang bisa pergi ke luar dan menengok apakah di luar hujan atau tidak. Penyataan seperti “Malaikat itu ada!” atau “Setan itu tidak ada” tidak bisa di benarkan atau disalahkan dengan verifikasi hanya buang-buang waktu (David Krus, visualstatistics.net).

Sayangnya Postivisme Logis memiliki kelemahan yang fatal. Ini disebabkan karena jika semua pernyataan yang tidak bisa diverifikasi tidak memiliki makna maka Positivisme Logis juga tidak memiliki makna karena pernyataan Positivisme Logis sama sekali tidak bisa diverifikasi karenanya Positivisme Logis tidak bermakna.

Sumber Bacaan:

  • http://en.wikipedia.org/wiki/Logical_positivists
  • http://www.iep.utm.edu/analytic/#SH3a
  • http://www.visualstatistics.net/east-west/logical%20positivism/logical%20positivism.htm
  • http://www.philosophypages.com/hy/6q.htm