Pada tulisan sebelumnya kita membahas mengenai pencarian Arkhe dari yunani kuno. Sekarang kita akan membahas lebih mendetail mengenai masalah ini. Kita akan membahas para filsuf alam yang pertama kali membawa kontribusi kepada ilmu fisika. Kita akan mulai dari Thales dari miletus.

Thales berasal dari sebuah kota bernama Miletus yang berada di wilayah Yunani. Thales sebagai seorang filsuf alam tidak lagi mengasalkan fenomena alam dengan keberadaan dewa-dewi. Pemikiran mitologis menyatakan bahwa kejadian alam adalah diakibatkan oleh kehendak dewa-dewi. Misalkan petir dari kemarahan Zeus dan badai dari kemarahan Posseidon. Dengan jenis pemikiran macam ini ilmu pengetahuan tidak pernah maju. Kejadian alam yang tidak masuk di akal dia atasi dengan usaha-usaha non-rasional.

Thales yang pertama kali mengajukan thesis bahwa segala sesuatunya berasal dari air. Thales mengatakan bahwa blok penyusun jagad raya ini terbuat dari air. Artinya pohon, batu, rumah semuanya muncul dari air.

Bagi kita yang hidup di masa sekarang mungkin hal ini aneh. Tapi coba bayangkan jagad raya pada masa Thales. Dia hidup di tengah Yunani yang dikelilingi oleh air. Benua seakan muncul begitu saja dari air. Ini juga menyangkut kosmologi Yunani pada masa itu.

Selain itu air juga selalu berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lain. Air jika membeku akan menjadi es. Jika memanas akan menjadi uap. Karenanya mungkin Thales berfikiran bahwa jagad itu terbuat dari air. Tepatnya kita tidak pernah tahu, karena selain Thales telah meninggal, dia termasuk sangat kuno.

Pemikiran Thales ini mengawali pemikiran yang ilmiah. Thales menggunakan metode yang mengandalkan pola pikir mitologis untuk menjelaskan fenomena alam. Dengan demikian membuka cakrawala pemahaman baru, dimana dunia tidak hanya selesai dengan sekedar menyebut dewa-dewi semata.

Sumber Bacaan:

  • http://www.livius.org/gi-gr/greeks/philosophers.html