Teori penjelasan ilmiah adalah sebuah teori yang mencoba menjelaskan bagaimana penjelasan ilmiah itu terjadi. Mengenai garis besar Teori Penjelasan Ilmiah bisa dilihat di halaman mengenai Teori Penjelasan Ilmiah. Pada kali ini saya ingin membahas mengenai bagian dari Teori Penjelasan Ilmiah yaitu adalah Teori Penjelasan Ilmiah Deduktif-Nomologis. Teori ini diusulkan oleh Carl G. Hempel dan Paul Oppenheim pada1948. Teori ini terdapat pada buku Studies in the Logic of Explanation (1948). Sebuah sketsa juga bisa ditemukan di buku Karl Popper Logic of Scientific Discovery (1934).

Deduktif Nomologis adalah bentuk dari penjelasan ilmiah dalam sebuah bahasa biasa. Juga dikenal dengan nama the covering law model, the subsumption theory, Hempel’s model, the Hempel-Oppenheim model, dan the Popper-Hempel model. Ada dua jenis penjelasan dalam teori ini yaitu ‘deductive-nomological’ (DN) dan ‘inductive-statistical’ (IS) Keduanya memiliki struktur yang sama. Tiap premis memiliki struktur (1) Kondisi yang ada C, dan (2) generalisasi hukum L. Perbedaan antara keduanya adalah bahwa DN merupakan generalisasi universal sedangkan IS merupakan generalisasi statistik.

Contoh DN:

C – Bayi itu memiliki tiga kromosom 21

L – Tiap bayi yang memiliki tiga kromosom 21 terkena Down Sydrom

E – Bayi itu terkena Down Syndrome

Contoh IS:

C – Otak seseorang kekurangan oksigen selama lima menit.

L – Hampir semua orang yang otaknya kekurangan oksigen selama lima menit akan mengalami kerusakan otak.

E – orang itu mengalami kerusakan otak.

Menurut Hempel DN lebih baik daripada IS. Ini disebabkan oleh. (1) Ini karena unsur prediktif dari DN lebih besar, Agar suatu penjelasan menjadi penjelasan DN maka dia hanya perlu menunjukkan struktur deductive-nomological. IS bersifat induktive artinya hubungan antara premis dan kesimpulan bisa terganggu dengan adanya informasi baru.

Sumber Bacaan:

  • http://en.wikipedia.org/wiki/Deductive-Nomological
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Philosophy_of_science#Test_of_an_isolated_theory_impossible
  • http://www.iep.utm.edu/explanat/#SH4a