Anaximander sama seperti Thales. Dia berasal dari Miletus. Dia menyatakan apeiron sebagai logos dari alam semesta. Apeiron berarti adalah sesuatu yang tidak memiliki batasan. Mungkin kita bisa membayangkan sesuatu yang tidak memiliki kualitas sebagai tidak terbatas. Anaximander sendiri tidak menjelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan apa yang tidak terbatas itu.

Mungkin kita bisa membayangkan sebuah benda tanpa kualitas yang tidak terbatas dan tidak tidak terhingga. Keberadaan Apeiron ini disokong oleh beberapa argumen yaitu : 1) yang tidak terbatas itu merupakan sumber, 2) yang sumber merupakan tidak terbatas, 3) sesuatu itu bukan air atau udara karena mereka berdua berlawanan dan kalau berlawanan mereka pasti sudah menghancurkan satu sama lain, yang menjadi sumber tidak demikian.

Apeiron ini juga memiliki peran penting bagi penciptaan kosmos (jagad raya). Gerakan yang abadi sepertinya menjadi sumber dari asal mula langit. Anaximander juga mulai membentuk gambaran mengenai jagad raya. Dia menggambar model itu dengan bentuk bentuk bulat yang menggambarkan bumi, planet dan bintang-bintang. Sebuah planet berada di belakang planet yang lain. Dia membuatnya dengan berdasar pada geometri dan matematika bukan sekedar mitologi.

Dia menyatakan bahwa matahari dan bintang-bintang merupakan api yang terperangkap di sebuah udara dingin. Dia nampak ke pada kita dengan tidak secara langsung, tetapi melalui saluran seperti misalnya terompet. Anaximander berpendapat bahwa bumi berbentuk silinder. Bumi tidak memiliki penyangga. Dia menyatakan bahwa tubuh langit mengitari bumi.

Anaximander sering membuat penelitian yang berani. Dia bahkan mempertanyakan mitos bahkan dewa-dewi. Dia ingin menjelaskan fenomena alam secara rasional. Seperti contohnya dalam bidang Meteorology dia berpendapat bahwa petir tidak disebabkan oleh Zeus namun disebabkan oleh oleh Pneuma atau udara yang memadat.

Sumber Bacaan:

  • http://www.thebigview.com/greeks/anaximander.html
  • http://www.iep.utm.edu/anaximan/#SH3b